August 25 2008
Bertubuh Montok, Jaminan Anak Cerdas?
Tak bisa dipungkiri tubuh kurus sudah jadi tren saat ini, tapi bagi wanita yang memiliki badan montok dengan pinggul padat berisi dan pinggang ramping tak perlu khawatir. Pasalnya wanita yang memiliki bentuk tubuh layaknya ‘jam pasir’ ini cenderung memiliki anak yang cerdas.
Pernyataan ini terungkap setelah para peneliti dari Universities of Pittsburgh dan California, Amerika, menganalisa 16 ribu wanita dan remaja putri yang berbadan montok, pinggul berisi, dan pinggang ramping ternyata mampu menyelesaikan tes psikologis dan cognitive lebih baik dibanding wanita yang berbadan kurus, begitu pun dengan anak-anak yang lahir dari wanita berpinggul padat.
Semakin besar perbedaan ukuran lekuk antara pinggang dan pinggul, hasilnya akan semakin baik, tulis para periset dalam jurnal Evolution and Human Behaviour, seperti dilansir dari BBC, Selasa (13/11/07).
Mereka menganggap kecerdasan yang didapat dari anak-anak yang terlahir dari wanita berpinggul penuh ini terkait dengan ditemukannya kandungan fatty acids (asam lemak) pada pinggul.
Di area ini, asam lemak mengandung omega-3, yang mampu memperbaiki kemampuan mental wanita pada saat hamil, dan juga perkembangan kecerdasan janin dalam kandungan.
Meski hasil analisa yang didapat mengejutkan, namun para ahli tak serta merta menganggap hasil studi mereka bisa diamini publik. Karena kecerdasan setiap anak juga ditentukan dengan kelas sosial, kondisi ekonomi, psikologis, dan tak menutup kemungkinan ibu juga memegang peran dominan.
Martin Tovee, salah satu peneliti dari Newcastle University, menyambut baik hasil penelitian. Terlebih bagi para pria bisa menggunakan hasil penelitian ini untuk memulai ‘berburu’ pasangan yang setidaknya mampu memberikan keturunan yang cerdas.
“Secara logisnya, pria akan tertarik dengan wanita berpinggul padat dan tubuh berisi. Wanita yang masuk dalam kategori ini tentu saja memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik, dan berpeluang memiliki anak yang sehat dan cerdas. Dan pasti potensial untuk dijadikan pasangan hidup,” jelas Tovee yang mencontohkan sosok Nigella Lawson, salah satu wanita cerdas kelahiran London, yang berprofesi sebagai jurnalis, penulis buku masakan, presenter TV, yang memang dikenal bertubuh sensual dan berisi.
Nah, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki tubuh montok? Atau masih bertahan dengan ukuran zero size Anda? (bbc/rit)
Sumber : http://www.kapanlagi.com
Awas, Viagra Bisa Bikin Telinga Tuli
Anda pengguna Viagra, Cialis, atau Levitra? Jika iya, kini saatnya Anda mulai berhati-hati. Menurut peringatan terbaru di Amerika, rutin mengkonsumsi obat yang membuat pria tetap ‘greng’ di ranjang ini memiliki efek samping pada pendengaran.
Pernyataan bahaya Viagra ini dikeluarkan oleh FDA (Lembaga Obat dan Makanan AS) setelah memperoleh keluhan dari beragam konsumen Viagra, obat buatan Pfizer Inc. (PFE.N), yang mengalami kehilangan pendengaran secara tiba-tiba.
Efek samping Viagra ini pertama kali dilaporkan oleh dua peneliti di RS Air Force, Bangalore, India, saat seorang pria berusia 44 tahun mengeluh tak bisa lagi mendengar setelah dia mengkonsumsi Viagra selama 15 hari, seperti dikutip dari newspedia, edisi Oktober 2007.
Sampai saat ini tercatat ada 29 kasus gangguan pendengaran yang disebabkan Viagra dan dua merk lain, Cialis dan Levitra. Di mana sekitar 70 persen penggunanya mengalami tuli permanen, dengan atau tanpa dibarengi gejala vestibular yang meliputi telinga berdengung, rasa pusing atau bahkan vertigo.
Kasus yang sama juga pernah terjadi pada 1996, di mana kasus kehilangan pendengaran terjadi setelah dua hari konsumsi obat.
“Kita tidak dapat mengatakan secara pasti semua itu disebabkan oleh obat, tapi kita juga tak bisa membiarkan kasus ini”, papar Dr Robert Boucher, spesialis THT dari FDA.
FDA sendiri juga sudah mengeluarkan peringatan untuk Cialis (tadalafil), Levitra (vardenadil), dan Viagra (sildenafil). Semua obat ini rata-rata menggunakan mekanisme yang sama untuk membantu dan mempertahankan ereksi. Mereka membuat relaksasi pada otot polos, dengan menghambat enzim fosfodiestrase (PDE5). Otot polos ini berperan dalam impotensi yang disebut corpus kavernosum, yaitu jaringan yang mendukung ereksi. Namun sampai saat ini belum diketahui pasti apakah senyawa kimiwa tersebut bisa merusak telinga bagian dalam.
Tanggapan produsen ‘pil cinta’
Peraturan dari FDA ini mendapat sambutan dari berbagai produsen pil yang dikenal dengan ‘pil cinta’ tersebut. Eli Lilly (LLY.N), produsen Cialis dan GlaxoSmithKline Plc (GSK.L) yang menjual Levitra menganggap laporan tersebut hanya mewakili sedikit masalah yang sesungguhnya mengenai perangkat medis dan obat.
Pembuat obat Pfizer dan Lilly menyatakan data mereka tak menunjukkan hubungan sebab akibat apapun antara kehilangan pendengaran dan obat itu.
Wakil Presiden Pfizer Urusan Medis Dr. Ponni Subbiah mengatakan kehilangan pendengaran termasuk dalam bagian iklan Viagra pada labelnya dengan persetujuan FDA pada 1998. Itu terjadi pada kurang dari 2 persen pasien dalam percobaan klinis, yang dikatakannya secara statistik tidak besar dibandingkan dengan orang yang berada dalam kelompok pengganti.
Sementara itu, Keri McGrath, jubir Lilly, mengatakan kajian Lilly baru-baru ini mendapati sebanyak 1,1 peristiwa kehilangan pendengaran secara mendadak per satu juta pengguna Cialis, yang bisa dikatakan lebih rendah dibandingkan dengan angka penduduk secara umum. Hampir 12 juta pria menggunakan resep obat tersebut.
Schering-Plough Corp. (SGP.N) dan GlaxoSmithKline, yang memasarkan Levitra di Amerika Serikat, melalui juru bicaranya Lee Davies mengatakan perusahaan mereka akan mematuhi permintaan FDA dan menyatakan semua kasus kehilangan pendengaran bersifat sementara.
Saat ini National Institute on Deafness and Other Communication Disorders mencatat sekitar 4 ribu kasus kehilangan pendengaran secara mendadak terjadi di Amerika Serikat setiap tahunnya.
FDA meminta pengguna Viagra untuk memeriksakan diri jika mengalami gangguan pendengaran usai mengkonsumsi viagra. Meski pada akhirnya pilihan tetap ada di tangan pada pasien? Mana yang lebih penting perkasa di ranjang atau kehilangan pendengaran? (newspedia/rit)
Sumber : http://www.kapanlagi.com


